Cara-Ternak-Ikan-Mujair

√ Cara Ternak Ikan Mujair

Assalammualaikum Wr. Wb. Selamat pagi semua para pecinta kucing sedunia. Saya pengasuh kucing di website Rumahkucing.Co.Id yang akan membagi tips-tips pada kalian untuk merawat, kasih makan, kasih vitamin, memandikan dan-lain-lain. Nah, disini saya akan membagikan buat anda dirumah dengan pembahasan materi “Ternak Ikan Mujair“. Berikut dibawah ini penjelasan materinya, Check This Out…

Cara-Ternak-Ikan-Mujair

Siapa yang tidak kenal ikan nila? Ikan nila adalah salah satu ikan yang sangat mudah berkembang biak. Budidaya ikan nila sama dengan membudidayakan belut tanpa lumpur. Sangat cocok untuk mendukung perekonomian Anda.

Ikan nila sendiri memiliki sejarah yang pendek dan unik, di mana nama ikan ini berasal dari nama penemunya Mujair.

Sejak ditemukan oleh Mujair pada tahun 1983, ikan ini selalu disebut Mujair. Menanam ikan nila sangat potensial, yang bisa menjadi salah satu peluang bisnis dan bisnis sampingan. Karena ikan ini tumbuh dan berkembang sangat cepat, pertumbuhannya agak melambat pada tahap dewasa.

Panjang ikan nila yang Anda hasilkan bisa mencapai 30 hingga 40 cm. Karena alasan ini, pembudidaya ikan senang menjadikan ikan nila sebagai bisnis potensial yang tidak berbeda dengan budidaya ikan guppy.

Kandungan lemak dan rasa dalam daging ikan nila dewasa sangat lezat dan dicintai oleh banyak orang. Ikan ini bahkan telah menjadi salah satu pemasok protein hewani yang banyak dicari. Juga tidak sulit untuk melakukan proses budidaya dan untuk membiakkan dan membiakkan ikan nila. Di sini kami telah merangkum 15 metode budidaya ikan nila yang sesuai:


Cara Ternak Ikan Mujair

Berikut ini terdapat beberapa cara ternak ikan mujair, antara lain:


1. Pemilihan dan perawatan kolam

Ini adalah salah satu kolam yang Anda butuhkan untuk merawat ikan Tilapia. Di mana digunakan dalam perawatan orang tua. Biasanya dibuat dari dasar kolam dengan persyaratan sebagai berikut: pasir di dasar, suhu air 20 hingga 22 derajat Celcius dan kedalaman 40 hingga 60 cm.

Artikel Terkait:  √ Cara Memberantas Hama Pada Tambak Ikan Bandeng

2. Membuat kolam pendederan

Ini adalah kolam penting lainnya di mana benih ikan nila berfungsi sebagai pembibitan. Mereka tidak berbeda secara signifikan dari sistem yang Koi disimpan di kolam beton. Anda membutuhkan kolam dengan luas antara 50 dan 100 m2. Ikan nila yang panjangnya mencapai 3 hingga 5 cm disimpan di kolam anak-anak selama 3 hingga 4 minggu.


3. Buat kolam pembesaran

Kolam pembesaran ini adalah kolam penting lainnya yang nantinya akan Anda gunakan untuk merawat dan menanam benih ikan yang Anda tanam di kolam anak-anak sebelumnya. Pembudidaya ikan biasanya tidak menggunakan kolam permanen atau kolam semen untuk jenis kolam pembesaran ini karena mereka tidak jauh berbeda dari jenis ikan susu di kolam terpal.


4. Kolam pemberokan

Ini adalah kolam yang nantinya akan Anda gunakan sebagai perlindungan untuk budidaya ikan nila. Ini juga merupakan kolam untuk memanen tanaman sehingga Anda dapat membersihkannya sebelum menjualnya di pasar.


5. Siapkan semua peralatan

Beberapa perangkat yang Anda butuhkan untuk membiakkan ikan nila adalah jaring, hapa, pisau, pring secchi, sisik, baskom, dan arit. Selain beberapa perangkat yang biasa digunakan, Anda juga dapat menyiapkan sejumlah perangkat lain seperti saringan, sangkar, kelembaban, dan baskom.


6. Persiapan media

Seperti halnya dengan panen tambak ikan lele, Anda membutuhkan persiapan media yang terdiri dari beberapa tahap, mis. Misalnya: pemupukan dan pengeringan. Anda perlu mengeringkan seluruh kolam yang digunakan untuk budidaya ikan nila selama 3 atau 4 hari. Lakukan proses kalsifikasi saat kolam benar-benar kering. Setelah menyiapkan, Anda dapat memulai proses pemupukan dengan pupuk urea.


7. Pilih calon indukan

Anda pasti akan memilih induk ikan nila potensial yang unggul untuk mendapatkan bib yang baik. Properti berikut:

  • Pertumbuhan dan perkembangan yang sangat bagus dan cepat
  • Nafsu makannya tinggi
  • Tahan terhadap berbagai parasit, hama dan kejang
  • Berat minimum adalah 100 gr

8. Sistem pembibitan

Saat merawat ikan nila, Anda bisa menggunakan tiga jenis pembiakan:

  • Sistem 1 kolam: Ini adalah sistem pemeliharaan di mana kolam pemijahan dan pembibitan hanya menggunakan satu kolam.
  • Sistem dua kolam: Ada dua kolam yang berbeda antara proses pemijahan dan proses taman kanak-kanak.
  • Sistem platform: pengobatan ikan nila dengan 4 kolam berbeda.
Artikel Terkait:  √ Budidaya Ikan Cupang HalfMoon

9. Proses pemijahan

Ini adalah serangkaian proses di mana penetasan budidaya ikan nila berlangsung sepanjang musim. Jika Anda telah membuat kolam pemijahan, Anda tentu saja tidak lagi membutuhkan lingkungan khusus untuk pemijahan. Periksa ketinggian debit air sehingga batas 50 cm tidak terlampaui. Anda dapat menyediakan sesuatu dan mencampurnya untuk makanan ajaib untuk meningkatkan produktivitas dan kesuburan ikan Tilapia.

Pakan tambahan ini terdiri dari dedak halus, tepung ikan dan tepung kopra. Proses pemijahan terjadi setelah induk Tilapia jantan telah membuahi induk betina setelah sarang telah dibangun. Orang tua perempuan segera mengumpulkan telur dan mengerem telur sampai menetas di mulut. Slip terjadi setelah 5 hari penghapusan. Setelah bibit berumur 2 minggu, induk melepaskan tanaman.


10. Perawatan bibit ikan Mujair

Proses pemeliharaan yang digunakan ketika pemeliharaan benih ikan nila hanya digunakan ketika telur telah menetas dari proses pemijahan. Kolam anak-anak dapat dipertahankan, di mana anak-anak ayam dari ikan nila nantinya dapat ditampung. Namun, pastikan terlebih dahulu bahwa kolam pembibitan benar-benar kering, dipupuk, dan di kapur kapur sesuai dengan metode dan peraturan, dan dalam hal apa pun sangat bersih dari ikan liar.

Langkah selanjutnya dalam proses pemeliharaan bibit ikan nila adalah memberi makan benih. Pengaturan antara area dan jumlah benih harus disesuaikan. Ikan Ikan nila dengan ukuran 5 hingga 8 cm dapat dibedakan antara jenis kelamin jantan dan betina. Sehingga nantinya menjadi lebih mudah untuk mengumpulkan induk untuk budidaya lainnya.


11. Pembesaran benih ikan Mujair

Proses pemeliharaan yang dilakukan selanjutnya adalah proses memperbesar anakan nila. Ada dua cara budidaya ikan nila, monokultur dan polikultur.

  • Polikultur: Mencampur ikan nila dengan benih ikan lainnya.
  • Monokultur: Ini adalah cara terbaik untuk memelihara benih ikan Nila. Monokultur akan memisahkan materi induk jantan dan betina. Ini adalah salah satu opsi unggulan dibandingkan dengan sistem polikultur. Anda bahkan dapat menggunakan metode budidaya ikan nila di sawah. Namun, kedalamannya harus ditambahkan terlebih dahulu agar aliran air dapat menyerap hingga 60 cm aliran air. Kemudian Anda dapat membuat parit sedalam 60 hingga 75 cm dan lebar 1 hingga 1,5 m.
Artikel Terkait:  √ Umpan Ikan Belanak

12. Pemupukan

Tahapan lain adalah proses pemupukan tambak. Pemupukan berlangsung sedemikian rupa sehingga produktivitas tambak meningkat dan meningkat. Anda bisa merangsang pertumbuhan makanan alami lagi dengan melakukan kegiatan pemupukan. Anda dapat menggunakan pupuk hijau atau pupuk cair dalam skala 50 hingga 700 gram m2.


13. Opsi pemberian makan

Berikan pakan tambahan saat kesuburan kolam ikan Tilapia Anda berkurang. Anda dapat memberikan pakan tambahan dalam bentuk campuran dedak halus, tepung kopra dan tepung ikan. Anda dapat menggunakan campuran komposisi pakan tambahan ini dengan membudidayakan benih ikan nila dalam skala komersial. Anda juga dapat memberikan pakan dalam bentuk pelet yang menggunakan protein hingga 30% dengan skala 2 hingga 3% dari total berat harian ikan. Peller bisa diberi makan di pagi atau sore hari.


14. Pemberian pakan pelet ikan Mujair

Memberi makan dalam bentuk pelet untuk ikan nila juga harus disesuaikan dengan jumlah dosis yang dibutuhkan untuk memberi makan air dengan berbagai kondisi yang sudah ada sebelumnya. Media dasar, yang dapat menjadi salah satu ketentuan wajib selain pakan harian, adalah pakan tambahan dalam bentuk pelet hancur atau yang telah dihancurkan dengan dosis 10% per jumlah bobot ikan per hari. Anda dapat memberi umpan ini hingga 3 kali sehari.


15. Tambak atau pemeliharaan kolam

Tentu saja, Anda harus selalu menjaga kondisi dan kebersihan air di kolam ikan Tilapia. Ini memaksimalkan pembesaran ikan Tilapia, di mana airnya selalu bersih, terpelihara dengan baik dan bebas dari kontaminasi oleh berbagai zat berbahaya.


Sekian Penjelasan Materi Pada Pagi Hari Mengenai “15 Cara Ternak Ikan Mujair Wajib Diketahui

Semoga Apa yang Disampaikan Bermanfaat Buat Para Pecinta Kucing …!!!


Baca Artikel Lainnya: