√ Cara Memelihara Ikan Patin

Assalammualaikum Wr. Wb. Selamat pagi semua para pecinta kucing sedunia. Saya pengasuh kucing di website Rumahkucing.Co.Id yang akan membagi tips-tips pada kalian untuk merawat, kasih makan, kasih vitamin, memandikan dan-lain-lain. Nah, disini saya akan membagikan buat anda dirumah dengan pembahasan materi “Ikan Patin“. Berikut dibawah ini penjelasan materinya, Check This Out…

Cara-Memelihara-Ikan-Patin

Ikan patin adalah jenis ikan yang sangat digemari banyak orang. Ikan ini memiliki daging yang nikmat dan lezat, sehingga dapat diolah menjadi berbagai jenis hidangan seperti goreng, asin dan keasaman pedas yang paling terkenal. Kemanapun Anda pergi, restoran yang berbeda selalu menawarkan ikan lele olahan, sehingga kemungkinan permintaan lele cukup tinggi. Ini bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

Pemulia ikan patin? Tidak ada alasan untuk khawatir? Ikan ini cukup mudah tumbuh dan dapat dipelihara di berbagai jenis kolam. Itu dapat disimpan di kolam tanah, kolam dinding dan bahkan di kolam terpal. Ikan ini bisa dikenali dari tubuhnya, yang licin dan tidak bersisik, seperti ikan lele. Ikan ini, juga dikenal sebagai jambal, sodarin, ikan juara atau kurang ajar, memiliki paku tajam pada sisiknya, jadi Anda perlu berhati-hati saat memegangnya. Dagingnya mengandung banyak lemak dan minyak.

Tergantung pada permintaan pasar, ikan patin dapat dikonsumsi dari berat 200 gram hingga 1 kg, karena ada konsumen yang menyukai ikan patin kecil dan beberapa yang lebih suka ikan patin besar. Pada umur 6 bulan, berat ikan ini biasanya sudah mencapai 600 hingga 700 gram, sehingga memungkinkan panen.


DAFTAR ISI :

Artikel Terkait:  √ Perbedaan Ikan Lele Jantan dan Betina

Cara Memelihara Ikan Patin

Berikut ini terdapat cara beberapa cara memelihara ikan patin, antara lain:


1. Siapkan dan bersihkan kolam tempat ikan dibesarkan

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah menyiapkan kolam sebagai tempat penyimpanan ikan. Ini tidak sulit karena ikan lele dapat hidup di tempat yang berbeda. Bisa berupa kolam tanah, kolam terpal, kolam dinding atau kandang. Jika Anda menggunakan kolam tua, pertama-tama bersihkan kolam kotoran sehingga saat diisi dengan benih ikan sudah bersih. Jika Anda lebih tertarik menggunakan baskom lantai, pilih jenis tanah liat atau tanah liat agar tidak bocor dan bisa menyerap massa air. Kolam harus dibuat di tanah miring untuk memfasilitasi irigasi. Jika Anda lebih suka media jaring apung untuk pengembangbiakan ikan lele, Anda harus melakukannya dengan lambat.


2. Isi kolam dengan air berkualitas baik

Gunakan air bersih berkualitas tinggi yang tidak keruh dan tidak terkontaminasi oleh limbah dan bahan kimia berbahaya untuk mengisi kolam. Anda dapat menambahkan Emolin atau Blitzich ke kolam untuk menghambat pertumbuhan jamur. Perhatikan juga suhu dan pH air. Untuk suhu air dalam kisaran 26-28 derajat Celcius dianjurkan. Jika suhu air terlalu rendah, Anda harus menggunakan pemanas agar air mencapai suhu ideal secara stabil. Sementara pH air yang disarankan untuk konservasi ikan lele adalah 6,5 hingga 7, itu tidak terlalu asam dan tidak terlalu basa.


3. Pupuk sebelum benih patin ditabur

Jika Anda menggunakan kolam lumpur untuk merawat ikan lele, kolam tersebut harus dibuahi sebelum disemai. Tujuannya untuk merangsang pertumbuhan pakan lele alam guna meningkatkan produktivitas tambak. Anda dapat menggunakan pupuk hijau atau pupuk kandang dalam jumlah 50 gram – 700 gram per meter persegi.


4. Sebarkan benih patin secara tepat dan seimbang

Sebagai petani ikan, Anda dapat mengharapkan untung besar dengan setiap panen. Tetapi itu tidak berarti bahwa Anda dapat mengisi kolam dengan benih ikan tanpa perhitungan. Jangan mendistribusikan benih terlalu banyak di luar kapasitas maksimalnya, jika tidak ikan akan menjadi terlalu padat sehingga tidak dapat hidup dan tumbuh dengan baik. Simpan stok 20-30 ikan selama 1 m3.

Artikel Terkait:  √ Cara Berternak Belut Di Drum

5. Berikan pakan yang berkualitas

Penyediaan makanan berkualitas tinggi menentukan pertumbuhan ikan sehingga dapat mengembangkan potensi penuhnya. Pakan umum untuk ikan patin adalah pelet, yang mudah ditemukan di pasaran. Anda juga bisa memberinya makanan alami agar dia tidak bosan dan menghemat biaya perawatan. Selain itu, makanan alami ini biasanya memiliki kandungan protein tinggi, sehingga sangat baik untuk pertumbuhan ikan. Contoh makanan alami yang dapat diberikan kepada ikan lele adalah potongan ikan, siput emas, kerang, siput, dll.


6. Berikan pakan yang tepat dan seimbang

Makanan ikan juga harus diberikan dengan tepat dan seimbang sesuai dengan kebutuhan ikan. Jangan hanya melakukan ini karena Anda ingin ikan besar dan cepat, tetapi memberi makan berlebih. Bagaimana Anda bisa mengetahui berapa banyak yang dibutuhkan ikan? Kita bisa menentukannya dari bobot ikan. Idealnya, jumlah pakan untuk ikan patin dengan berat kurang dari 200 gram per ekor adalah 3 hingga 5% dari total berat ikan di kolam dan diberikan dua kali sehari di pagi dan sore hari. Sedangkan untuk ikan patin dengan berat lebih dari 200 gram per ekor, pakan dengan persentase 1,5% – 2% dari total berat ikan di kolam dan sekali sehari di sore hari dapat diberikan.


7. Berikan makan secara teratur dan dalam waktu yang baik

Pemberian makan rutin dan tepat waktu harus dilakukan agar ikan menjadi besar dan sehat. Jika makan selalu dilakukan pada waktu yang tidak pernah berubah, ikan mampu dapat beradaptasi dengan rencana makan yang disediakan oleh majikan mereka.


8. Bersihkan kolam secara teratur

Seperti kandang untuk hewan lain, kolam sebagai tempat hidup ikan harus dibersihkan secara teratur dengan mengganti air. Dengan kolam dan air bersih, ikan tumbuh sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. Kolam harus dibersihkan dengan baik dan benar setidaknya sekali seminggu sehingga ikan masih merasa segar di habitatnya.


9. Pasang lampu di sekitar kolam

Tujuan dari pencahayaan ini adalah agar berbagai hama seperti kura-kura, ular air, lingong, biawak dan burung-burung enggan masuk ke dalam kolam dan menyerang ikan patin. Kehadiran cahaya di sekitar kolam memudahkan lele untuk menyadari hama di daerah tersebut.

Artikel Terkait:  √ Cara Merawat Ikan Cupang Agar Ekornya Bagus

10. Kondisikan kolam dengan tenang dan hindari kebisingan

Ikan lele adalah jenis ikan yang mudah panik. Terkejut atau bahkan sedikit suara berisik dapat segera membuat ikan ini panik, sehingga tidak baik untuk perkembangannya. Hindari kejutan untuk ini dan Anda harus menemukan lokasi kolam di tempat yang tenang dan jauh dari kebisingan.


11. Identifikasi hama dan penyakit yang dapat memengaruhi ikan dan cara menanganinya

Ini penting agar Anda bisa mengambil tindakan pencegahan agar ikan bisa sembuh dan terhindar dari berbagai penyakit. Bahkan jika mereka sudah terinfeksi penyakit ini, perawatan yang tepat dapat diberikan untuk membantu ikan menjadi lebih baik.


12. Panen dengan benar

Waktu panen adalah waktu yang ditunggu-tunggu semua petani. Saat memanen ikan lele, penting untuk mempertimbangkan apakah semua ikan dipanen atau tidak. Jika bobot ikan di kolam berbeda-beda, Anda harus menentukan pilihan dengan hanya menangkap ikan yang layak dipanen. Jika semua ikan di kolam layak dipanen, Anda harus langsung memanennya tanpa harus memilih. Anda juga perlu memanen dengan hati-hati agar ikan yang dipelihara sejak lama bebas dari cacat, kerusakan, dan bahkan kematian karena panen yang tidak tepat. Ikan patin yang masih hidup lebih disukai oleh konsumen, yang meningkatkan nilai penjualan mereka.


13. Hati-hati saat menangkap atau memegangnya

Berhati-hatilah saat menimbang atau memanen ikan yang perlu Anda pegang langsung karena tumpukan ikan cukup tajam hingga melukai tangan Anda. Bahkan kolam terpal dapat bocor karena terpapar patil mereka.


Sekian Penjelasan Materi Pada Pagi Hari Mengenai “13 Cara Memelihara Ikan Patin Wajib Diketahui

Semoga Apa yang Disampaikan Bermanfaat Buat Para Pecinta Kucing …!!!


Baca Artikel Lainnya: