Bahaya-Obat-Manusia-Untuk-Kucing

√ Bahaya Obat Manusia Untuk Kucing

Assalammualaikum Wr. Wb. Selamat pagi semua para pecinta kucing sedunia. Saya pengasuh kucing di website Rumahkucing.Co.Id yang akan membagi tips-tips pada kalian untuk merawat, kasih makan, kasih vitamin, memandikan dan-lain-lain. Nah, disini saya akan membagikan buat anda dirumah dengan pembahasan materi “Bahaya Obat Manusia“. Barikut dibawah ini penjelasan materinya, Check This Out…

Bahaya-Obat-Manusia-Untuk-Kucing

Kucing adalah hewan peliharaan yang relatif populer, banyak di antaranya memiliki kucing yang baik dari ras domestik hingga ras terkenal seperti Persia dan Angora, yang harus dibeli dengan harga jutaan rupiah.

Dalam perawatan sehari-hari, tentu saja, karena pemiliknya selalu menginginkan yang terbaik, sehingga kucing yang dirawat tumbuh sehat dan bersenang-senang bermain. Tetapi ada juga saat kucing sakit, seperti diare atau penyakit kulit.

Tidak jarang, karena pemiliknya memberikan obat manusia untuk dosis yang dipelihara dan tanpa berkonsultasi dengan dokter hewan. Yah, itu seharusnya tidak benar-benar dilakukan, meskipun rasa sakit dapat disembuhkan dengan obat manusia.

Ada begitu banyak efek samping dan bahaya yang dapat terjadi baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.


Bahaya Obat Manusia Untuk Kucing

Berikut ini terdapat beberapa bahaya obat manusia untuk kucing, terdiri atas:

Artikel Terkait:  √ Manfaat Vitamin C Untuk Kucing

1. Menyebabkan kerusakan hati dan kematian

Misalnya paracetamol (Biogesic). Menyebabkan kerusakan hati dan kematian dan tidak boleh diberikan pada kucing rumah tangga. Ini adalah kesalahan umum bagi pemilik kucing peliharaan.


2. Menimbulkan masalah pada ginjal

Seperti ibuprofen (Advil, Motrin). Penggunaannya dapat menyebabkan bisul dan masalah ginjal.


3. Kerusakan pada sel darah merah

Yaitu obat asetaminofen (Tylenol). Kucing rumahan sangat sensitif terhadap asetaminofen dan obat ini dapat menyebabkan kerusakan hati dan kerusakan sel darah merah.


4. Menyebabkan kelemahan dan pusing

Misalnya alprazolam (Xanax). Dapat menyebabkan kelemahan, pusing dan pingsan dalam dosis besar pada kucing rumahan yang cemas.


5. Menyebabkan masalah saraf

Misalnya Tramadol (Ultram). Hanya dokter hewan yang dapat meresepkan dan menentukan dosis yang tepat. Overdosis dapat menyebabkan gejala neurologis seperti gelisah, diam, koordinasi otot berkurang, disorientasi, mual, tremor dan kejang.


6. Menyebabkan masalah denyut jantung

Adderall (Adderall). Obat ini memiliki efek yang lebih besar pada kucing rumahan, menyebabkan suhu meningkat, detak jantung meningkat, kecemasan, tremor, dan bahkan kejang terjadi.


7. Menyebabkan rasa takut

Seperti obat Zolpidem (Ambien). Dapat menyebabkan kucing domestik merasa pusing dan bimbang, tetapi sebagian besar kucing domestik hanya merasa senang.


8. Pingsan

Seperti Klonazepam (Klonopin). Dapat menyebabkan tekanan darah sangat rendah sehingga kucing rumah tangga lemah dan lemah.


9. Menyebabkan masalah perut

Naproksen (Aleve, Naprosyn). Kucing rumahan sangat sensitif terhadap naproxen. Naproxen dapat menyebabkan tukak lambung dan gagal ginjal dalam dosis kecil.


10. Menyebabkan tremor atau tremor tubuh

Misalnya, obat duloxetine (Cymbalta). Dapat menyebabkan ketakutan atau kemarahan, mengeong keras, kram dan tremor.


11. Menyebabkan kejang

Venlafaxine (Effexor). Dapat menyebabkan kegelisahan, mengeong keras, tremor, dan kejang.

Artikel Terkait:  √ Cara Melatih Kucing Buang Kotoran

12. Antibiotik, obat kulit dan obat cacing

Antibiotik adalah obat yang bertujuan untuk menghentikan perkembangan kuman atau membunuh kuman penyebab penyakit. Artinya, pemberian antibiotik tidak efektif dalam mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus atau cacing. Ada banyak kelas antibiotik.


Namun, amoksisilin paling sering digunakan karena jangkauannya yang luas. Sangat sering pemberian antibiotik ini salah dan selama diberikan. Antibiotik untuk kucing rumahan perlu disesuaikan dengan penyebab, berat, usia, dan riwayat penyakit. Alasan mengapa antibiotik tidak boleh diberikan secara sewenang-wenang:

  • Antibiotik dapat menyebabkan resistensi mikroba
    Pentingnya resistensi mikroba adalah bahwa mikroba atau kuman kebal terhadap antibiotik, sehingga ketika antibiotik diberikan, mereka tidak memiliki potensi maksimum dan bahkan tidak bekerja dengan antibiotik. Penyebabnya adalah pemberian antibiotik yang berlebihan, penggunaan antibiotik yang tidak lengkap (jangan berikan antibiotik) sesuai resep dokter.


  • Antibiotik dapat membunuh kuman di usus
    Penggunaan antibiotik dapat membunuh kuman baik di usus, yang menyebabkan ketidakseimbangan kuman di usus. Gejala yang terlihat biasanya adalah diare karena kondisi usus yang buruk.


  • Antibiotik menyebabkan perkembangan jamur yang berlebihan
    Pemberian antibiotik secara terus-menerus menyebabkan kematian kuman dan masalah baru, yaitu pertumbuhan jamur. Jamur yang mendominasi tubuh menyebabkan masalah kesehatan baru.


  • Antibiotik bisa berbahaya bagi ibu hamil dan menyusui
    Ibu hamil dan menyusui sebaiknya tidak meminum antibiotik dengan sembarangan. Ada beberapa antibiotik yang berbahaya untuk kehamilan, jadi isinya perlu dipertimbangkan. Tentu saja, antibiotik mengalir dalam darah dan terkandung dalam susu. Karena itu, kehati-hatian harus diperhatikan ketika memberikannya.

Obat Kulit Ivermectine dikenal sebagai antiektoparasit yang baik, terutama dalam pengobatan infeksi tungau termasuk kudis. Namun, secara genetik, ada kucing rumahan yang tidak dapat memetabolisme jenis obat ini. Efek samping menyebabkan kejang dan keracunan.

Artikel Terkait:  √ Cara Mengusir Kucing

Obat anti cacing (anthelmintik) harus hati-hati ketika diberikan, terutama pada kucing hamil. Albendazole, fenbendazole, dapat menyebabkan kerusakan dan kecacatan pada janin. Oleh karena itu penggunaannya harus diperhitungkan.


Pemeriksaan yang cermat sangat penting untuk kucing peliharaan yang sakit sehingga mereka tidak mengalami kesalahan perawatan. Jika kucing peliharaan tidak sembuh setelah perawatan, itu tidak berarti obat tersebut tidak bekerja dengan baik, tetapi mungkin ada faktor lain

seperti kondisi tubuh yang buruk atau adanya resistensi terhadap obat. Karena itu, perawatan harus disertai dengan nutrisi yang baik atau pakan yang baik sesuai dengan rekomendasi dokter hewan. Perawatan untuk kucing rumahan memang membutuhkan kesabaran untuk bisa pulih.

Nah, teman, ini adalah beberapa bahaya dari obat manusia untuk kucing yang perlu dipertimbangkan dan digunakan sebagai instruksi, bukan karena kelalaian manusia kita sebenarnya membahayakan kehidupan kucing yang sedang dirawat. Adalah jauh lebih baik untuk memberikan sesuatu sesuai dengan kebutuhan dan porsinya. Hubungi dokter hewan Anda segera jika Anda mengalami masalah dengan kucing teman Anda.


Sekian Penjelasan Materi Pada Pagi Hari Mengenai “12 Bahaya Obat Manusia Untuk Kucing Wajib Diketahui

Semoga Apa yang Disampaikan Bermanfaat Buat Para Pecinta Kucing …!!!


Baca Artikel Lainnya: